Deklarasi Aspemo Kalbar, Ini Tanggapan Pemkab Landak

Asisten I Setda Landak, Drs Alessius Asnanda (Foto: Ist)
Asisten I Setda Landak, Drs Alessius Asnanda (Foto: Ist)

KalbarOnline, Landak – Berdasarkan surat mandat yang diterbitkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Pemilik Media Online (Aspemo) nomor 001/MDT/DPP ASPEMO/Kalbar/XI/2017, mengenai pembentukan DPD Aspemo Provinsi Kalimantan Barat untuk segera dideklarasikan dan dilantik, yang dilangsungkan di Citra Resto Melody Ngabang, Kabupaten Landak, Minggu (10/12).

Deklarasi Aspemo Kalbar ini, dihadiri Bupati Landak yang diwakili Asisten I Setda Landak, Drs Alessius Asnanda, M.Si, owner Citra Resto Melody, Budi Santoso dan para pemilik media online se-Kalbar serta tamu undangan lainnya.

Pada musyawarah tersebut, Kundori, S.Sos.I, resmi terpilih secara aklamasi memimpin DPD Aspemo Kalbar, bersama rekan kerjanya Failani Putra, SE., MM sebagai Sekretaris Umum, dan Heri Irawan sebagai Bendahara.

Alessius Asnanda, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Landak sangat menyambut baik dengan adanya Aspemo ini.

“Kami sangat apresiasi hadirnya Aspemo ini. Tentu melalui suatu wadah seperti ini dimana Aspemo juga mendorong para pemilik media online mengurus legalitas atau badan hukum perusahaan persnya, masyarakat tentu tidak akan ragu lagi. Baik mengenai pemberitaannya atau operasionalnya, otomatis tingkat kepercayaan masyarakat kepada media online akan meningkat,” ujarnya usai kegiatan.

Dirinya juga mengatakan bahwa selama ini kerjasama media bersama pemerintah daerah, khususnya di Kabupaten Landak sudah sangat baik.

“Sebagai mitra, di Landak ini kerjasama dengan media sudah sangat baik kedepan akan kita tingkatkan lagi. Suatu komponen bangsa membangun negara itu, tidak terlepas dari kawan-kawan di dunia pers. Majunya suatu negara atau daerah itu tidak terlepas juga dari kontribusi dunia pers. Tentu kita sangat terbantu, seperti pelayanan publik di Pemerintah Kabupaten Landak, sudah sangat cepat kita akses. Jadi kita tau dimana kendalanya, kekurangannya, perkembangannya serta tindaklanjutnya,” tuturnya.

“Sehingga kita dari Pemkab bisa cepat mengambil langkah-langkah, nah itu tidak terlepas dari peran pers. Apabila kita (Pemkab) mendapatkan suatu data dari SKPD, kemungkinan ada yang ditutupi, jadi tidak original informasinya, sedangkan dari media, saya yakin datanya bersifat valid. Sangat kita apresiasi,” timpalnya.

Mengenai berita hoaks yang secara masif berseliweran terlebih lagi menjelang pilkada, ia mengharapkan dengan hadirnya Aspemo ini, dapat mengcounter berita-berita bohong yang dapat memecahbelah persatuan.

“Kita bersyukur, di Kalbar khususnya di Kabupaten Landak ini, sudah berkurang penyebaran berita hoaks atau berita yang menyebar kebencian. Kita harapkan dengan adanya Aspemo ini, media online dapat turut serta menjaga stabilitas keamanan Kalbar. Sehingga Kalbar ini semakin harmonis, kondusifitas di masyarakat tetap terjaga. Modal utama membangun suatu daerah itu, tidak lain ada keamanan, kalaupun APBD melimpah, tapi tidak aman, pemerintah juga sulit membangun untuk kemajuan suatu wilayah,” paparnya.

Dirinya juga meyakini bahwa para pegiat pers sudah dewasa dan sudah professional, mengingat Kalbar akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada).

“Saya yakin kawan-kawan pers sudah professional. Saya rasa kawan-kawan pers tidak akan mengorbankan keprofesionalannya dengan memunculkan berita kampanye negatif, isu SARA dan menebar kebencian. Ingat, media itu sangat membantu kemajuan suatu negara atau wilayah terlebih lagi dalam stabilitas keamanan. Pembangunan itu berjalan baik dan lancar, tidak terlepas dari kontribusi dunia pers,” tukasnya.

“Soal Pilkada, tentu kita harapkan berjalan lancar, media juga kita harapkan menyajikan berita yang independen atau netral. Agar kita semua di Kalbar ini tidak terpecahbelah. Pilkada itu bukan baru kali ini saja kita hadapi, sudah berkali-kali kita Pilkada, jadi diharapkan tetap harmonis, rukun dan damai. Saya ucapkan selamat dengan dideklarasikan Aspemo Kalbar ini, semoga media online, tetap eksis dan terdepan,” tutupnya.

Sementara Kundori, selaku Ketua Aspemo Kalbar menghimbau kepada para pemilik media online, mengingat berita hoaks yang secara masif berseliweran, terlebih lagi menjelang pilkada, agar tetap mengedepankan etika jurnalistik atau pers.

“Kita harapkan, para pemilik media online, sebagai perusahaan pers, harus mengacu kepada etika jurnalistik, kode etik dan Undang-undang. Saya himbau kepada kawan-kawan pemilik media tetap mengedepankan hal itu, jangan sampai membuat berita hoaks terlebih lagi berbau SARA di medianya, harus professional. Kedepan kita juga berencana melakukan pelatihan jurnalistik kepada SDM para pemilik media online yang tergabung didalam Aspemo ini, supaya bahu membahu mengcounter berita hoaks dan SARA,” tandasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar