Wak Reken Jadi Maskot Pilwako Pontianak

Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi, Saat Memperlihatkan Karya Milik Joko Hardyanto Yakni Wak Reken Yang Terpilih Sebagai Maskot Pilwako Pontianak 2018 (Foto: Ist)
Ketua KPU Kota Pontianak, Sujadi, Saat Memperlihatkan Karya Milik Joko Hardyanto Yakni Wak Reken Yang Terpilih Sebagai Maskot Pilwako Pontianak 2018 (Foto: Ist)

KalbarOnline, Pontianak – Wak Reken, karya Joko Hardyanto dipilih menjadi maskot Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pontianak untuk perhelatan Pilwako 2018. Reken dalam bahasa Melayu Pontianak, berarti hitung. Joko sengaja memilih nama itu dengan filosofi, orang ini yang menghitung suara.

Maskot KPU ini dikerjakannya selama dua hari. Waktu yang terbilang cepat karena dia dapat informasi ajang tersebut dekat waktu tenggat. KPU memang mensyaratkan konten lokal dalam maskot. Dari pemaknaan mantan jurnalis ini, konten lokal yang dipilih adalah telok belanga dan tanjak.

“Saya tidak pakai Tugu Khatulistiwa karena sudah terlalu sering. Baju sebenarnya juga terlalu banyak, tapi entah kenapa saja lebih memilih itu dari pada tugu,” cerita Joko, usai menerima hadiah di KPU Pontianak, Selasa (12/9) kemarin.

Awalnya, designer grafis yang karyanya dipakai penyanyi asal Texas dan penulis Singapura ini, hanya memasukkan materi telok belanga. Namun dia kembali mencari referensi dan terinspirasi dengan selempang yang biasa dikenakan Bujang Dare. Selempang itu pun dimodifikasi hingga bertuliskan “KPU Kota Pontianak”.

“Soal tanjak, kebetulan saat itu dalam proses pengerjaan lihat orang pakai tanjak. Awalnya mau pakai kopiah tapi sudah terlalu nasional,” tukasnya.

Maskot yang dia buat tampak berbeda dari kebanyakan. Umumnya, bentuk maskot Pemilu adalah kotak suara. Dia pun memilih sesuatu yang beda. Sosok seorang lelaki pun dipilih hingga bernama Wak Reken.

“Karena saya sering ikut kontes, jadi coba berpikir beda, bayangannya ke depan maskot ini akan lebih mudah diaplikasikan ke bentuk boneka, kalau kotak lebih kaku. Manusia lebih humanis dan dekat dengan masyarakat,” tandasnya.

Sebenarnya, KPU Pontianak tak hanya menggelar lomba maskot Pemilu, tapi juga jingle lagu. Keduanya akan menjadi lambang penyelenggaraan Pilwako Pontianak tahun depan.

Komisioner Divisi Sosialisasi dan Partisipasi KPU Kota Pontianak, Abdul Latief menerangkan, upaya menarik perhatian masyarakat dan memudahkan mensosialisasikan Pemilu bisa lewat maskot dan lagu tadi.

“Kita ingin mensosialisasikan tahapan awal penyelenggaraan Pilwako 2018. Maskot dan jingle yang dibuat, diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi masyarakat untuk menyalurkan hak pilih mereka, sehingga akan berdampak pada partisipasi pemilih ke depannya,” ungkapnya.

Dirinya berharap, masyarakat tahu lebih awal kandidat yang akan maju dan bisa menentukan pilihan yang tepat. Pilihan mereka akan memimpin Kota Pontianak lima tahun ke depan. Tak hanya lewat maskot dan jingle, KPU sudah menyasar pemilih pemula dengan sosialisasi ke sekolah.

“Kita bekerja sama dengan Kesbangpol juga. Target 70 persen angka partisipasi pemilih di Pontianak diharap tercapai. Target ini meningkat dari tahun 2013 yang hanya sekitar 63 persen,” imbuhnya.

Dalam lomba cipta maskot, selain juara pertama yang didapat Joko Hardyanto, ada juga pemenang kedua, Indra Hermawan dan Agus Salim di posisi ketiga. Pemenang kategori ini sampai harapan dua dengan urutan Muhammad Reza Setiawan dan Mukhlis.

Sementara untuk lomba cipta jingle dimenangkan oleh Milfrasi dengan judul lagu “Ayo Memilih untuk Kota Pontianak”.

Juara kedua hingga harapan dua, berturut-turut adalah Fahmi, Dani Kurniawan, Desriani Minata dan Mukhlis. (Fai)

Tinggalkan Komentar