Kartini, Nama Sama Nasib Beda

Kartini, Warga Desa Tabuk Hulu, Yang Membutuhkan Perhatian Semua Pihak (Foto: Mus)
Kartini, Warga Desa Tabuk Hulu, Yang Membutuhkan Perhatian Semua Pihak (Foto: Mus)

Janda Asal Desa Tabuk Hulu, Butuh Perhatian Semua Pihak

KalbarOnline, Sekadau – Seorang janda satu anak yang bernama Kartini (50), warga Desa Tabuk Hulu, Kecamatan Belitang Hulu bertahun-tahun tinggal sendirian di gubuk tua yang secara fisik dikatakan tak layak untuk dihuni.

Gubuk beralaskan lantai papan tersebut tampak terlihat sudah lapuk di makan usia.

Meski memiliki nama yang sama dengan Pahlawan dari kaum wanita yakni R.A Kartini, namun memiliki nasib yang jauh berbeda.

Kartini di Desa Tabuk Hulu ini tinggal di rumah reyot dari kayu seluas kira-kira 4×5 meter.

Di dalam rumah itu, Kartini menjalani sisa hidupnya sehari-hari sendirian. Ia ditemani ayam sebagai teman peliharaannya.

Di dalam rumah, hanya ada satu tikar kusam yang diletakkan tepat di depan pintu. Di dalam ruangan itu juga digunakan sebagai dapur. Tungku dari batu saja, ditumpuk dijadikan alat untuk ia memasak.

Ibu Kartini diketahui tak sanggup memperbaiki rumahnya karena tak punya penghasilan. Untuk menafkahi hidupnya, nenek sebatangkara itu menggantungkan bantuan dari para tetangganya. Sehari-hari, dia hanya bekerja bertani ladang dan cari upah kerja sebagai buruh sawit.

Jalak, warga setempat mengatakan kepada awak media, memohon bantuan agar kondisi ibu Kartini ini dapat diketahui oleh para dermawan-dermawan yang sudi menyumbangkan baik materi maupun moril.

“Mohon bantuannya bang. Insha Allah, kami bantu buatkan surat bahwa yang bersangkutan tinggal di sana sudah puluhan tahun. Kalau tidak dibantu, rumahnya tak bisa dibedah,” tukasnya. (Mus)

Tinggalkan Komentar