Hadiri Pertemuan Bersama Masyarakat Desa Ratu Damai, Bupati Komitmen Atasi Keluhan Warga

Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menghadiri Pertemuan Bersama Masyarakat Desa Ratu Damai (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot Winarno, Saat Menghadiri Pertemuan Bersama Masyarakat Desa Ratu Damai (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri pertemuan bersama masyarakat Desa Ratu Damai di balai pertemuan Dusun Ampuk, Desa Ratu Damai, dalam kunjungan kerjanya di Kecamatan Kayan Hilir, Selasa (12/9).

Dalam kesempatan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Sintang ini mendengar dan menanggapi langsung sejumlah keluhan masyarakat Desa Ratu Damai tentang berbagai bidang pembangunan di desa itu.

Salah seorang warga Desa Ratu Damai yang juga merupakan Kepala SDN 10 Ampuk Desa Ratu Damai, Ernawati yang mengeluhkan dua kondisi rumah dinas yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan sehingga tidak bisa ditempati lagi.

“Ada dua rumah dinas guru sudah reot tidak bisa diinjak lagi dan atapnya sudah roboh sebelah pak, rumah dinas Kepsek kemungkinan hanya bisa bertahan dua atau tiga tahun lagi,” ungkap Ernawati.

Ernawati menyampaikan bahwa jumlah guru di SDN 10 Ampuk itu juga masih kurang, karena hanya ada tiga orang guru berstatus PNS.

“Guru PNS kita ada tiga orang pak, satu guru kontrak daerah dan tiga orang guru tidak tetap (GTT), saya berharap juga adanya tambahan guru seperti guru garis depan (GGD) itu,” pinta Ernawati.

Sementara Kepala Desa Ratu Damai, Senu mengatakan bahwa jarak tempuh anak-anak di beberapa wilayah di Desa Ratu Damai menuju sekolah cukup jauh, bahkan dari sejumlah siswa ada yang menggunakan sampan dan juga berjalan kaki melalui jalur darat.

“Kalau pakai sampan biasa mereka tempuh sekitar setengah jam perjalanan dan lanjut berjalan kaki sekitar 7 kilo, dan ada anak-anak yang sekolah ke Kecamatan Binjai dengan jarak tempuh berjalan kaki sekitar 2,5 kilo namun jika mereka sekolah ke Desa Ratu Damai harus menempuh jarak sekitar 30 kilo,” ungkap Senu.

Senu menjelaskan terkait infrastruktur dasar saat ini Desa Ratu Damai pernah mengajukan dalam musrenbang setiap tahunnya agar akses jalan menuju pusat desa bisa lancar.

“Kami pernah mencoba mengajukan dalam musrenbang bahwa ada titik ruas jalan dari Penyauk Lestari ke pusat desa ruas jalan sepanjang 7 kilo termasuk di situ ada jalan perusahaan, jadi sampai saat ini belum ada tanggapan terhadap hal tersebut, namun kami juga udah diskusi dengan pak Bupati langsung, karena kita ada anggaran yang bisa kita kelola untuk jalan tersebut dan sudah dikerjakan sekitar 650 meter sudah selesai,” jelas Senu.

Sementara di bidang kesehatan, Senu menuturkan bahwa untuk tenaga kesehatan, Maret 2017 lalu sudah ditempatkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang.

“Namun untuk tempat tinggal, saat ini kami tumpangkan di rumah warga, tahun ini akan kami bangun Poskesdes karena telah kami anggarkan tahun ini,” tutur Senu.

Senu juga menjelaskan bahwa saat ini perusahaan yang ada di Desa Ratu Damai yakni PT Finnantara III belum mampu memberikan kontribusi kepada masyarakat.

“PT Finnantara III belum mampu memberikan kontribusi secara maksimal kepada warga desa, seperti lapangan pekerjaan. Sehingga warga sangat mengeluhkan kontribusi perusahaan itu, saya pikir ini perlu menjadi sebuah kajian dan perhatian khusus dari pemerintah daerah,” jelas Senu.

Menanggapai sejumlah keluhan warga tersebut, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan untuk keluhan terkait rumah dinas guru akan menjadi perhatian pemkab namun yang jadi masalah adalah pada penganggarannya karena terbatas.

“Anggaran dana alokasi khusus meskipun cukup besar tapi tidak bisa digunakan untuk rehab sekolah dan rumah dinas guru, itu harus menggunakan dana alokasi umum tapi untuk anggaran dana alokasi umum saat ini kita sangat kecil karena di potong oleh pusat, saya minta tetap bersabar nanti kita carikan solusinya,” ujar Bupati.

Sementara untuk infrastruktur dasar, Bupati menjelaskan saat ini memang pemerintah berkomitmen membangun infrastruktur dasar seperti akses jalan, jembatan dan lainnya. Namun, masyarakat diminta tetap bersabar.

“Untuk itu saya datang kesini melihat langsung kondisi Desa Ratu Damai, sehingga nanti pemerintah tidak ragu untuk menganggarkan pembangunannya nanti, secara umum pemerintah berkomitmen membangun dari pinggiran, mengatasai kegawatdaruratan infrastruktut dasar, hilirisasi produk, percepatan listrik masuk desa dan pemekaran daerah,” jelas Bupati.

Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan empat pesan Presiden untuk membangun desa yakni tentukan produk unggulan desa yang bisa menjadi salah satu pencarian kebutuhan masyarakat desa, dirikan badan usaha milik desa atau BUMDes yang nantinya juga hasilnya itu bisa digunakan untuk keperluan membangun desa ataupun biaya tunjangan pagawai desa, siapkan embung atau cadangan air hal itu guna untuk pengairan pertanian ataupun kesiapan jika ada karhutla dan bangun sarana olahgara desa atau sorga.

Terkait keluhan warga terhadap perhatian PT Finnantara III yang saat ini dirasakan warga belum bisa memberikan kontribusi yang berati bagi pekerjaan masyaakat, Bupati mengatakan akan meminta pihak perusahaan tersebut memberikan perhatian lebih kepada warga sehingga adanya saling membutuhkan dapat terjalin dengan baik.

“Saya minta pihak perusahaan bantu-bantulah warga Desa Ratu Damai ini seperti membangun jalan, pembangunan lain seperti bantu bangun rehap rumah guru atau Poskesdes, kalo bisa, bantu-bantu juga lah untuk bayar gaji guru honor kita di SDN 10 Ampuk melalui CSR atau apa, sehingga perusahaan bisa membantu pemerintah daerah untuk memakmurkan masyarakat,” harap Bupati. (Sg/Hms)

Tinggalkan Komentar