Turut Donorkan Darah Pada Aksi Indonesia Berdonor, Wawako Ajak Masyarakat Tak Segan Berdonor

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Mendonorkan Darahnya Pada Kegiatan Indonesia Berdonor Yang Digelar RRI (Foto: Jim Hms)
Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, Saat Mendonorkan Darahnya Pada Kegiatan Indonesia Berdonor Yang Digelar RRI (Foto: Jim Hms)

KalbarOnline, Pontianak – Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) Pontianak kembali menggelar donor darah massal. Kegiatan bertajuk Indonesia Berdonor ini digelar di Kantor LPP RRI Pontianak, Rabu (6/9). Menurut Ketua Panitia, Sri Rahayu, Indonesia Berdonor ini digelar rutin setiap dua kali setahun, yakni bulan Maret dan September.

“Kegiatan ini serentak dilaksanakan di seluruh RRI di Indonesia,” ujarnya.

Sri menambahkan, donor darah ini melibatkan berbagai pihak yang ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya, baik dari Kodam, Polda, Lantamal, IPDN, instansi, masyarakat hingga pelajar. Diinisiasinya donor darah secara massal ini karena kebutuhan darah di Pontianak masih sangat banyak. Apalagi sebagai ibukota provinsi, rumah sakit di Pontianak menjadi rujukan kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

“Makanya Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pontianak selalu kekurangan darah,” ungkapnya.

Indonesia Berdonor merupakan salah satu strategi untuk menjaga kesehatan dan produktifitas. Dirinya yakin, target 200 pendonor bisa tercapai dalam waktu sehari. Namun ia juga menyayangkan, dari sekian banyak pendonor, anak-anak yang sudah berusia 17 tahun masih minim keikutsertaannya dalam donor darah ini.

“Kami mengajak anak-anak yang sudah berusia 17 tahun untuk ikut mendonorkan darahnya, ke depan kami berharap anak-anak itu yang akan menjadi pendonor ke depannya,” ucapnya.

Wakil Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono yang juga turut mendonorkan darahnya, menyambut baik digelarnya kegiatan ini karena sangat membantu bagi mereka yang membutuhkan darah. Meskipun diakuinya dalam berdonor ada batas waktunya yakni maksimum tiga bulan sekali.

Tidak sedikit masyarakat yang belum mengerti dan memahami manfaat berdonor salah satunya adalah untuk kesehatan.

“Sekarang kita membuat database para pendonor di Kota Pontianak yang rutin dan siap sewaktu-waktu jika diperlukan,” tuturnya.

Ia menyebut, kepengurusan PMI Kota Pontianak terus berupaya berinovasi dan bekreatifitas bagaimana mengajak warga untuk secara sukarela berdonor darah. Dikatakan Edi, kebutuhan darah di Kota Pontianak berkisar antara 80 – 120 kantong darah. Sedangkan ketersediaan stok darah per hari rata-rata 40 – 60 kantong darah.

“Kebutuhan darah ini karena adanya permintaan masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, rumah sakit-rumah sakit juga pasti banyak membutuhkan darah. Kita sudah bekerja sama dengan rumah sakit di Kota Pontianak,” katanya.

Edi mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak segan datang ke PMI maupun kegiatan donor massal dalam berbagi dengan sesama.

“Sebab darah ini kan tidak bisa diproduksi, hanya bisa didapat dari manusia,” pungkasnya. (Fat)

Tinggalkan Komentar