TNI Gelar Doa Bersama di Empat Rumah Ibadah

KalbarOnline, Sekadau – Jajaran TNI di Sekadau menggelar doa bersama dalam rangka HUT RI ke-72, Kamis sore (17/8). Doa bersama tersebut digelar di empat tempat ibadah, masing-masing di Masjid Al Falah, Gereja Santo Petrus dan Paulus, Gereje Filipi dan Pekong Fuk Tet Ci, Kota Sekadau.

Doa bersama tersebut merupakan amanat Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo untuk dengan tajuk “aksi kasih sayang 17-17-17” yang melibatkan masyarakat, semua golongan baik agama maupun keberagaman etnis, untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Panglima TNI dalam sambutannya yang dibacakan Perwira Penghubung Kodim 1204 Sanggau-Sekadau, Mayor Inf Budi Sumarjo mengatakan, kemerdekaan yang telah dinikmati bersama selama 72 tahun sudah selayaknya disyukuri.

“Salah satu cara mensyukurnya, dengan doa bersama ini,” kata Budi.

Budi menegaskan, anak bangsa sekarang tidak hanya telah dikaruniai kemerdekaan, tapi juga dilahirkan sebagai bangsa patriot, petarung dan sekaligus bangsa pemenang.

“Sekalipun harus dicapai melalui perjuangan darah dan air mata, segenap anak bangsa dapat meraih kemerdekaan,” ujarnya.

Ia mengatakan, melalui perjuangan anak bangsa yang percaya pada kemampuan sendiri dengan senjata seadanya, kita bisa mendapatkan kemerdekaan. Perjuangan ini memunculkan energi sosial yang mengobarkan semangat merdeka atau mati.

“Energi sosial itu bisa muncul karena mobilisasi kekuatan umat, santri dan pemuda serta segenap komponen bangsa oleh tokoh agama, ulama, kyai, habaib, pendeta, pastor, pinandita, biksu dan tokoh nasionalis,” ucapnya.

Dilandasi semangat persatuan dan keinginan besar untuk merebut kemerdekaan para tokoh bangsa, utamanya para tokoh agama saat itu mampu menjadikan pilihan merdeka atau mati sebagai senjata pamungkas mendobrak belenggu penjajahan dan kemerdekaan.

BACA JUGA:  Masyarakat Ikuti Doa Bersama Pada Aksi Kasih Sayang 171717

“Kalimat atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorong keinginan luhur sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 mengandung arti bahwa kemerdekaan Indonesia dicapai berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa sehingga kita wajib bersyikur atas nikmat kemerdekaan itu,” ungkapnya.

Sebagai generasi penerus penikmat kemerdekaan, ia mengajak untuk bersama-sama memohon kepada Allah Yang Maha Pencerah agar menerangi dengan caya ilmu dan arifan. Sehingga, para generasi penerus pandai merawat kemerdekaan diberikan kekuatan dalam menjaga persatuan, pancasila merawat dan memperkokoh bhinneka tunggal ika serta menggelorakan semangat gotong royong.

“Tidak saja menjadi bagian dari rasa suka cita bersama dalam memperingati 72 tahun kemerdekaan, tapi yang lebih penting kita meneguhkan sikap bersama sekaligus menggelorakan semnagat bagi terwujudnya Indonesia yang lebih kasih sayang,” ajaknya.

“Dengan Indonesia yang lebih kasih sayang, Indonesia saling mengasihi dan menyayangi dalam keberagaman. Semua tentu juga berdoa semoga kebersamaan dan ikatan yang sangat baik menjadi landasan yang kokoh dan menggelorakan kembali semangat persatuan dan kesatuan seluruh warga Indonesia,” pungkasnya.

Adapun kegiatan tersebut masing-masing, di Gereja Filipi dihadiri Kolonel Inf Arnold Aristoteles Ritiauw, Kasrem ABW, Gereja Santo Petrus dan Paulus dihadiri Kasdim 1204/Sanggau, Mayor Inf Rendra

Satrio Wibowo. Sedangkan di Pekong Fuk Tet Ci dihadiri Kapten Inf Indra Fiansyah.

Lino, salah seorang peserta doa bersama di Masjid Al-Falah Sekadau mengaku sangat terkesan dengan pelaksanaan doa bersama itu.

“Ini cara yang sangat baik untuk mensyukuri kemerdekaan,” ucap Lino singkat. (Mus)

Comment