Tiga Anggota DPR RI Hadiri Panen Raya Ikan Konsumsi di Danau Lindung Empangau Bunut Hilir

Bupati: Diharapkan membawa angin segar untuk pembangunan Kapuas Hulu

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Sejumlah Pejabat, baik pejabat pusat, Provinsi Kalbar maupun Kabupaten menghadiri acara panen raya ikan konsumsi pada dua danau lindung di Desa Nanga Empangau, Kecamatan Bunut Hilir, Kabupaten Kapuas Hulu, yakni Danau Lindung Sunjung dan Danau Lindung Empangau, Sabtu (5/8).

Hadir pada panen raya ikan tersebut diantaranya yaitu Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, Komisi XI DPR RI, H Sukiman, Komisi IV DPR RI, Ono Sorono, Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan dari Kementrian Kelautan dan Perikanan RI, Dirjen Kementerian Lingkungan Hidup, Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, SH, Wakil Bupati Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, SH, Sekda Kapuas Hulu, Ir H M Sukri, Kapolres Kapuas Hulu, Perwakilan Dinas Kelautan Perikanan Kalbar, Kepala SKPD Kapuas Hulu dan unsur Muspika Bunut Hilir, serta seluruh Kepala Desa se Kecamatan Bunut Hilir.

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, SH dalam sambutannya mengatakan bahwa dengan datangnya pejabat negara ke Danau Lindung di Kecamatan Bunut Hilir ini, diharapkan agar dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para nelayan.

“Lasarus dan Sukiman sudah menyanggupi untuk membantu kita, jadi saya minta bantuan yang diberikan oleh mereka nanti untuk dikembangkan, agar mampu mensejahterakan masyarakat secara turun temurun,” jelasnya.

Bupati Nasir menuturkan, bahwa selama ini pihaknya selalu berupaya mendatangkan bantuan dari Pemerintah Pusat untuk membangun Kapuas Hulu.

“Koordinasi dan Komunikasi dengan berbagai pihak terkait terus menerus kami dilakukan demi menuju Bumi Uncak Kapuas yang maju dan sejahtera,” terangnya.

Bupati memaparkan, sejak 30 tahun lalu, jumlah ikan di Danau Sunjung ini sangat melimpah ruah, namun saat ini jumlah ikan semakin berkurang. Oleh karena itu masyarakat harus berinisiatif untuk menetapkan Danau Sunjung menjadi Danau Lindung demi menjaga kelestarian ekosistem ikan.

BACA JUGA:  Bupati Sis Targetkan Cakupan Vaksinasi Covid-19 Kapuas Hulu Capai 40 Persen di Akhir Tahun

“Dulunya Kapuas Hulu ini penghasil ikan air tawar terbesar. Beraneka ragam ikan terdapat di sungai dan danau di Bumi Uncak Kapuas ini, baik itu ikan hias maupun ikan konsumsi,” jelas Bupati.

Bupati menambahkan, biasanya dalam setiap kegiatan yang diadakan masyarakat, mereka selalu membawa proposal untuk meminta bantuan pembangunan kepadanya, namun pada kesempatan ini, dirinyalah yang akan membawa proposal kepada Direktur Kementrian Kelautan Perikanan.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus mengatakan bahwa tujuan pihaknya datang ke Danau Lindung Sunjung ini adalah untuk membantu masyarakat, agar pemerintah bisa lebih banyak berperan membantu dalam mensejahterakan para nelayan dengan cara meningkatkan produksi ikan di Danau Lindung Sunjung.

“Ikan yang dikembangkan di danau ini kalau bisa ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi seperti ikan hias jenis Arwana, yang kita butuhkan saat ini Balai Benih Ikan (BBI) atau restoking ikan,” ungkapnya.

Hasil dari kunjungan kerja ini, lanjut Lasarus, akan ditindaklanjuti oleh seluruh Kementrian terkait, sehingga nantinya diharapkan danau ini akan mampu memperoduksi ikan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Kami minta kepada masyarakat agar tetap kompak menjaga kelestarian danau lindung Sunjung ini. Sebagai wakil rakyat, kami akan selalu memperjuangkan aspirasi masyarakat,” tekadnya berjanji.

Sementara Ketua Panitia Danau Lindung Sunjung, Abang Samson, menjelaskan bahwa masyarakat telah lama menetapkan danau ini sebagai danau lindung, namun belum mendapatkan SK dari Bupati Kapuas Hulu, oleh karena itu ia meminta agar Bupati segera mengeluarkan SK.

Dijelaskan Abang, adapun jumlah ikan yang telah dipanen, yakni sebanyak 6 (enam) ton, dengan jenis ikan entukan.

“Danau ini sangat banyak memiliki potensi ikan, makanya kami berinisiatif melindungi danau ini sebelum ikannya habis,” tuturnya.

BACA JUGA:  Danau Sentarum Ditetapkan Sebagai Danau Prioritas Nasional

Pada kesempatan ini pula, Wakil Bupati Kapuas Hulu Antonius L. Ain Pamero mengatakan, bahwa Pemda Kapuas Hulu telah membuat program khusus untuk membantu para nelayan, sehingga diharapkan agar masyarakat dapat melakukan koordinasi kepada Pemda Kapuas Hulu melalui dinas Perikanan terkait tentang apa-apa saja yang dibutuhkan oleh masyarakat.

“Koordinasi dapat dilakukan melalui tingkat Desa, Kecamatan hingga ke Kabupaten,” katanya.

Wabup Anton mengatakan bahwa kondisi anggaran yang dikelola Pemda sangatlah terbatas, sementara usulan pembangunan dari masyarakat sangatlah banyak, sehingga dalam memberikan bantuan, Pemda terlebih dahulu akan melihat potensi yang ada sebelum bantuan diberikan.

“Bantuan yang diberikan kepada para petani dan nelayan harus tepat sasaran dan efisien, agar memberikan manfaat yang banyak,” tukasnya.

Lebih jauh Wabup Anton mengatakan bahwa saat ini Pemda telah berupaya untuk mengusahakan dana dari Provinsi dan Pusat, oleh karena itu Pengurus Danau harus membuat program dalam upaya meningkatkan produktifitas ikan.

“Program tersebut diusulkan kepada pemerintah baik kabupaten, provinsi maupun pusat,” tandasnya. (Ishaq)

Comment