Martin Rantan Nahkodai DPD Golkar Ketapang

Martin Rantan Resmi Nahkodai DPD Golkar Ketapang Yang Terpilih Secara Aklamasi Pada Musda IX Golkar Ketapang (Foto: Adi LC)
Martin Rantan Resmi Nahkodai DPD Golkar Ketapang Yang Terpilih Secara Aklamasi Pada Musda IX Golkar Ketapang (Foto: Adi LC)

Musda IX Golkar Ketapang

KalbarOnline, Ketapang – Musyawarah Daerah (Musda) ke IX partai Golongan Karya (Golkar) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kabupaten Ketapang di Borneo Emerald Hotel pada hari kedua dengan agenda pemilihan Ketua DPD Ketapang, Sabtu (20/05), telah menetapkan Martin Rantan, SH sebagai Ketua DPD Partai Golkar Ketapang.

Ditetapkannya Martin Rantan berdasarkan hasil keputusan sidang paripurna Musda ke IX Partai Golkar Ketapang, Martin Rantan yang terpilih secara aklamasi menggantikan Muhammad Yasir Anshari didukung oleh seluruh pimpinan kecamatan, ormas yang mendirikan dan didirikan Partai Golkar serta organisasi sayap AMPG dan KPPG Kabupaten Ketapang untuk masa bhakti 2017 – 2020 berdasarkan Surat Keputusan Musda IVV/Musda -IX /Golkar KTP/2017, dengan pimpinan sidang Ir Wahyu Asmidi sebagai ketua, dan anggota Mia Gayatri, SE, Hairani, SH, Polonius Polo, SH dan M Ali.

Dalam sambutanya Martin Rantan yang juga merupakan Bupati Kabupaten Ketapang berharap agar partai Golkar dapat terkonsolidasi sampai ke tingkat desa dan tidak ada lagi kader partai Golkar yang berpolitik seperti kelapa condong.

“Saya berharap agar semua kader dapat terkonsolidasi sampai ke tingkat desa dan tidak ada lagi kader yang berpolitik seperti kelapa condong yaitu menjadi orang Golkar, pengurus – pengurus Golkar, tetapi ketika ada kegiatan partai seperti pemilu dia memberikan suaranya ke orang lain, inilah politik kelapa condong,” ujarnya.

Lebih lanjut Martin berharap agar semua kader partai tetap kompak dan tidak menjadi organisasi papan nama tanpa ada kegiatan, serta kepada kader jangan juga melakukan politik seperti burung unta.

“Dimasa mendatang tidak ada lagi politik kelapa condong, tidak ada lagi politik papan nama, tidak ada lagi politik burung unta, karena kalau kita berkhianat kawan pasti akan melaporkan,” pungkasnya. (Adi LC)

Tinggalkan Komentar