Sambut Ramadhan dan Hut Kota Putussibau, Kampung Prajurit Gelar Turnamen Pangkak Gasing Prajurit Cup

Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir Saat Memberikan Sambutannya Pada Acara Pembukaan Turnamen Pangkak Gasing Prajurit Cup (Foto: Ishaq)
Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir Saat Memberikan Sambutannya Pada Acara Pembukaan Turnamen Pangkak Gasing Prajurit Cup (Foto: Ishaq)

Bupati Nasir : Pangkak Gasing Budaya Yang Harus Dilestarikan

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadhan 1438 Hijriah dan menyambut Hut Kota Putussibau ke 122 tahun serta untuk melestarikan adat istiadat budaya antar etnis dan mempererat silaturahmi umat beragama, Minggu (14/5) Kelurahan Hilir Kantor, Kecamatan Putussibau menggelar Turnamen Pangkak Gasing Prajurit Cup.

Turnamen pangkak gasing Prajurit Cup tersebut, dibuka secara resmi oleh Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, AM Nasir, SH.

Hadir dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Kabupaten Kapuas Hulu, Antonius L Ain Pamero, SH, Sekretaris Daerah, Ir H M Sukri, Anggota DPRD, Drs Joni Kamiso, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Abang Chairul Saleh, SH., MM, Kabag Kesbangpol, Jumadi Kamarsyah, S.Sos., MM, Kabag Humas Protokol Usmandi, SE., MM, Kabag Umum Bung Tomo, S.Hut., MM, Sekretaris Sat Pol PP, Abang Sudarno, SH, Lurah Hilir Kantor, Erol Amirudin, tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua panitia turnamen pangkak gasing Prajurit Cup, Jumadi Kamarsyah, S.Sos., MM melaporkan dalam kegiatan turnamen pangkak gasing Prajurit Cup ini diadakan selama sepuluh hari. Diikuti sebanyak 549 orang peserta.

“Peserta yang kita undang adalah Kecamatan Putussibau Selatan, Kecamatan Bika, Kecamatan Kalis dan Kecamatan Putussibau Utara sebagai tuan rumah yakni Kelurahan Hilir Kantor (Kampung Prajurit),” ujar Kamarsyah.

Dirinya menjelaskan, turnamen pangkak gasing ini terdiri dari perorangan dan beregu yang diikuti anak-anak, wanita dewasa dan laki-laki dewasa.

“Kategori penilaian tersebut yang dinilai adalah pakaian, pangkak layang, pangkak bebas atau pangkak rujak dan pangkal bebas dengan berat gasing 100 kilogram lebih. Panitia juga menyiapkan piala yang terbuat dari gasing dan uang pembinaan kepada juara turnamen ini,” paparnya.

Sementara Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, SH dalam sambutannya mengatakan, atas nama Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu, dirinya sangat mengapresiasi turnamen pangkak gasing Prajurit Cup ini.

“Kegiatan ini sangat positif untuk melestarikan dan mempertahankan budaya. Lomba pangkak gasing sudah diagendakan untuk dua tahun sekali dipertandingkan di Festival Seni Budaya Melayu oleh Majelis Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat,” ujarnya,

“Pada Hari ini, Alhamdulillah biasanya saya diundang menghadiri kegiatan olahraga maupun kegiatan yang lain di Kecamatan yang agak jauh dari Putussibau, tetapi pada sore ini saya diundang kegiatan pertandingan pangkak gasing kali ini tidak jauh, masih tetangga di Kelurahan Hilir Kantor, Kampung Prajurit,” timpalnya.

Oleh karena itu, dirinya menyampaikan terima kasih kepada panitia dan sangat berharap pangkak gasing ini bisa terus dilestarikan dengan sebaik mungkin di Bumi Uncak Kapuas.

“Kepada seluruh masyarakat Putussibau dan Kapuas Hulu pada umumnya untuk terus melestarikan olahraga pangkak gasing. Olahraga pangkak gasing cabang olahraga budaya Melayu ini juga memberikan peluang pekerjaan untuk masyarakat. Bagi para peserta turnamen pangkak gasing untuk menjaga keamanan dan kenyamanan selama kegiatan pangkak gasing ini. Junjung tinggi sportivitas dalam pertandingan. Menang atau kalah dalam setiap even pertandingan adalah hal yang biasa,” pungkas Bupati Nasir. (Ishaq)

Tinggalkan Komentar