Hari Jadi Kota Sintang ke 655, Bupati Hadiri Ritual Umpan Benua

Suasana Ritual Adat Umpan Benua Yang Digelar Kesultanan Sintang (Foto: Sg)
Suasana Ritual Adat Umpan Benua Yang Digelar Kesultanan Sintang (Foto: Sg)

Kesultanan Sintang dan Pemkab Gelar Ritual Umpan Benua

KalbarOnline, Sintang – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Sintang ke 655, Kesultanan Sintang dan Pemerintah Kabupaten Sintang menggelar ritual adat Umpan Benua dengan menggitari Sungai Kapuas, Selasa (9/5).

Sultan Sintang Muhammad Ikhsan Kesuma Negara V bersama Bupati Sintang, Jarot Winarno dan Datu Haji Sanib bin Haji Said, Pengurus Besar Amanah Khirad Yayasan Budaya Melayu Serawak Malaysia ikut dalam rombongan ritual umpan benua. Ketiganya didampingi iring-iringan kendaraan air dengan didampingi kerabat kesultanan.

Rombongan diberangkatkan menuju saka tiga pertemuan Sungai Kapuas dan muara Sungai Melawi. Ratusan warga yang menyaksikan ritual tersebut terlihat sangat antusias.

Rombongan kerabat keraton Almukaramah Kesultanan Sintang dan Bupati Sintang berangkat menggunakan pelampung apung yang dihiasi dan dibuat seperti lanting (rumah terapung) yang didorong oleh kapal motor menuju saka tiga pertemuan Sungai Kapuas dan muara Sungai Melawi.

Tepat di saka tiga tersebut kerabat keraton membuang berbagai sesajen ke sungai. Setelah selesai rombongan kembali menuju ke aula Keraton Kesultanan Sintang.

Sultan Sintang Muhammad Ikhsan Kesuma Negara V dalam sambutannya mengajak warga Sintang untuk sama – sama menjaga dan mempertahankan kesatuan persatuan serta kebersamaan di Kabupaten Sintang.

“Mengingat selama ini Sintang ada dalam keadaan aman dan damai saling berdampingan walau terdiri dari berbagai etnis dan agama serta budaya yang beraneka ragam,” ujarnya.

Sementara Bupati Sintang, Jarot Winarno dalam sambutannya mengatakan bahwa ritual adat umpan benua merupakan simbol penghormatan dan pengakuan terhadap sungai. Sebagai sumber kehidupan manusia.

“Kegiatan ini membangun rasa syukur kita pada tuhan atas anugerah kekayaan alam yang sangat banyak serta terus membangun kesadaran kita agar selalu bersahabat dengan alam, agar kita bisa terhindar dari segala bala bencana,” ujarnya.

“Ritual adat ini patut kita jadikan ikon pariwisata budaya daerah kita, sekaligus sebagai media memperkuat kebersamaan, kekompakan kita dalam membangun Kabupaten Sintang yang lebih maju, lebih sehat, lebih cerdas, lebih religius dan lebih sejahtera di masa akan dating,” pungkasnya. (Sg)

Tinggalkan Komentar