by

Menghormati dan Menghargai Harus Mewarnai Semangat Toleransi Dalam Kebhinekaan

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Mengamati serta mencermati kondisi yang ada akhir-akhir ini, sejumlah kalangan angkat bicara.

Ketua Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kapuas Hulu, Agus Mulyana, SH., MH mengatakan masyarakat Kalimantan Barat khususnya di Kapuas Hulu merupakan satu tali ikatan keluarga sehingga keamanan di tengah – tengah masyarakat harus tetap dijaga.

“Jika ada informasi yang tidak jelas yang dapat merusak keamanan sebaiknya lakukan komunikasi dengan aparat keamanan,” kata Agus saaat dihubungi melalui telepon, Selasa (9/5).

Selain itu, mantan Wakil Bupati Kapuas Hulu ini juga mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan di lingkungan dan daerahnya masing – masing.

Agus mengatakan bahwa masyarakat di Kalimantan Barat khususnya di Kapuas Hulu masih memiliki tali keluarga meskipun berbeda keyakinan dan berbeda suku.

“Jangan terprovokasi apalagi yang berbau isu SARA berkaitan dengan agama dan suku, sesungguhnya kita ini masih ada ikatan keluarga,” jelasnya.

Agus juga meminta masyarakat proaktif menjaga keamanan lingkungan masing – masing.

Dirinya mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kepada petugas keamanan jika ada hal – hal yang mencurigakan atau ada yang mencoba mengganggu keamanan yang sudah terbangun dengan baik selama ini.

“Kita semua pasti ingin hidup aman, damai jadi apapun bentuk informasi yang berkembang harus dicari dulu kebenarannya dan jangan main hakim sendiri,” tegas Agus.

Hal senada juga dikatakan Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Forum Komunikasi Pemuda Melayu (DPD PFKPM) Kapuas Hulu, Ishak Buntarman SH yang mengimbau masyarakat untuk menjunjung tinggi kebhinekaan.

“Negara Indonesia terlahir dari kebhinekaan tanpa membeda – bedakan suku, agama dan golongan,” ujar Ishak.

Menurutnya, keberagaman suku dan agama di Indonesia sebaiknya menjadi pondasi untuk menyatukan agar Bangsa Indonesia dapat mencegah segala bentuk ancaman dan provokasi sekelompok orang yang ingin memecah belah rasa persatuan yang dilandasi kebhinekaan.

“Kita harus saling mengingatkan satu sama lain untuk tetap menjaga rasa kebhinekaan dengan mengedepankan, menghormati, menghargai serta menjunjung tinggi semangat rasa toleransi, dalam kebhinekaan,” tukas Ishak.

Sementara itu, Wakil Ketua GP Anshor Kapuas Hulu, Musta`an, S.Sos juga mengimbau agar masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban didaerahnya masing – masing dan tidak mudah terprovokasi dengan isu di media sosial.

“Selain masyarakat, pemerintah dan aparat juga harus professional menyelesaikan persoalan dan isu yang berkembang,” tutur Musta`an.

Dirinya meminta agar penyebar dan pembuat isu SARA di media sosial dan di depan publik ditindak tegas sebab akan membuat resah masyarakat.

“Jangan main hakim sendiri, serahkan persoalan itu kepada pemerintah dan aparat, junjung tinggi rasa toleransi keamanan di Kalimantan Barat khususnya di Kapuas Hulu harus tetap terjaga,” pungkas Mustaan.

Sementara itu Ketua Umum Konsultasi Pengkajian dan Bantuan Hukum (KPBH) Handy Abdul Syukur, SH, saat dikonfirmasi melalui Whatsapp mengatakan bahwa kehidupan keberagaman kian terancam oleh oknum-oknum yang memprovokasi masyarakat dengan isu SARA.

Dirinya mengingatkan dan mengajak semua lapisan masyarakat untuk membuka kembali rentetan panjang sejarah Kalbar dan Indonesia.

“Sebagai pemimpin, kita harus bisa mengayomi, mengeluarkan penyataan bijak dan tidak berbicara semaunya saja tanpa memikirkan dampak dari apa yang dibicarakan,” pesannya. (Ishaq)

Comment

News Feed