Pemkot Berencana Menata Lapangan Sepak Bola Untan

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Kegiatan Jalan Sehat Dalam Rangka Dies Natalis Untan ke-58 di Stadion Sepak Bola Untan (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Foto Bersama Usai Kegiatan Jalan Sehat Dalam Rangka Dies Natalis Untan ke-58 di Stadion Sepak Bola Untan (Foto: Jim Hms)

Berstandar Nasional dan Dilengkapi Track Atletik

KalbarOnline, Pontianak – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berencana menata lapangan sepak bola Universitas Tanjungpura (Untan) tahun depan. Penataan tersebut merupakan bentuk kerja sama antara Pemkot Pontianak, Ikatan Alumni (IKA) Untan beserta Untan.

“Insya Allah tahun depan, dengan seizin Pak Rektor, kami berencana menata lapangan sepak bola Untan supaya berstandar nasional,” ujar Wali Kota Pontianak, Sutarmidji saat memberikan sambutan pada kegiatan Jalan Sehat dalam rangka Dies Natalis Untan ke-58 di Stadion Sepak Bola Untan, Minggu (7/5).

Menurutnya, tribun yang ada di stadion sepak bola milik perguruan tinggi ini sudah bagus. Namun perlu penambahan tribun di beberapa sisi. Tidak hanya menjadikan lapangan sepak bola ini berstandar nasional, dirinya juga berencana melengkapinya dengan track untuk olahraga atletik.

“Sehingga yang diinginkan Pak Rektor agar kawasan ini menjadi pusat olahraga Untan bisa segera diwujudkan,” ucapnya.

Hal itu, lanjutnya, bertujuan untuk menjadikan Untan sebagai universitas yang tidak kalah dengan universitas-universitas lainnya di Indonesia. Di usianya ke-58, Wali Kota dua periode ini menilai, telah banyak prestasi yang diukir oleh perguruan tinggi terbesar di Kalbar ini.

“Sudah banyak yang diberikan universitas ini untuk mencerdaskan masyarakat, khususnya Kalbar dan Indonesia umumnya,” tutur Sutarmidji yang juga sebagai Ketua IKA Untan.

Ia menyatakan, Pemkot Pontianak, IKA Untan siap terus bersinergi dengan Untan. Orang nomor satu di Kota Pontianak ini menginginkan Pontianak dan Kalbar dikenal karena prestasi yang membanggakan, bukan karena hal-hal lain yang tidak memberikan nilai tambah bagi kota maupun provinsi ini.

“Kalau hal-hal lain bisa saja membuat Pontianak dikenal tetapi itu tidak memberikan nilai tambah,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Tinggalkan Komentar