Massa Aliansi Umat Islam Kalbar Tuntut Proses Hukum

Massa Aksi Bela Ulama Pasca Insiden Penghadangan Terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Oleh Massa Yang Mengatasnamakan Pemuda Dayak (Foto: Hang)
Massa Aksi Bela Ulama Pasca Insiden Penghadangan Terhadap Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain Oleh Massa Yang Mengatasnamakan Pemuda Dayak (Foto: Hang)

“Usut dan Proses Aktor Intelektual Dibalik Aksi Penghadangan Wasekjen MUI”

KalbarOnline, Pontianak – Penghadangan yang dilakukan sekelompok massa yang mengatasnamakan Pemuda Dayak terhadap Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo Sintang, Kamis (12/1) lalu menimbulkan gejolak baru di Kalbar.

Reaksi dari penghadangan tersebut, massa dari Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat Bersatu turun ke jalan, Jum’at (20/1). Dalam orasinya, massa menuntut polisi agar menangkap pelaku penghadangan dan pengusiran terhadap Tengku Zulkarnain tersebut.

Massa bergerak dari Masjid Raya Mujahidin menuju Mapolda Kalbar dengan pengawalan ketat aparat kepolisian sehingga Kalbar dinyatakan siaga 1, hal itu terlihat dari pengawasan ketat aparat, mulai dari diturunkannya sejumlah Baracuda bersiaga serta pasukan bersenjata lengkap dari TNI.

Tiba di Mapolda Kalbar, massa dipersilahkan untuk menyampaikan orasi di Lapangan Bhayangkara. Selanjutnya 20 perwakilan massa diizinkan bertemu Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak di ruang Tri Brata lantai dua Polda Kalbar.

Pertemuan antara Kapolda Kalbar dan perwakilan massa berjalan tertutup. Hanya beberapa awak media yang diperbolehkan masuk untuk melakukan peliputan. Bahkan perwakilan massa meminta aparat kepolisian untuk melarang sejumlah media tertentu melakukan peliputan.

Ada beberapa tuntutan yang disampaikan para pengunjuk rasa, yang diantaranya mendesak Kapolda Kalbar untuk menangkap pelaku penghadangan dan kekerasan terhadap Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain yang memenuhi undangan resmi dari Bupati Sintang untuk memberikan ceramah dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Sintang.

Menuntut Kapolda Kalbar untuk mengusut dan memproses aktor intelektual terhadap aksi penghadangan dan kekerasan terhadap Tengku Zulkarnain karena dianggap aksi tersebut dilakukan secara terencana.

Massa juga mendesak Kapolda Kalbar untuk memproses Kapolres Sintang karena dianggap telah melakukan pembiaraan serta mendesak Dirjen Perhubungan Udara atau PT Angkasa Pura II untuk memproses kepala Bandara Susilo Sintang karena telah melakukan pembiaran terhadap sekelompok massa, sehingga dapat masuk ke objek vital bandara dengan membawa senjata tajam.

Selain itu, massa juga meminta agar pihak legislatif dan eksekutif melakukan pengawasan terhadap kelompok-kelompok yang bertindak intoleran sehingga mengganggu kenyamanan antar umat beragama.

Usai pertemuan dengan Kapolda Kalbar, Ketua DPD Front Pembela Islam (FPI) Kalbar, Habib Muhammad Iskandar Alkadrie mengatakan bahwa pihaknya meminta polisi melakukan tindakan tegas kepada pelaku pengadangan terhadap Wasekjen MUI di Kabupaten Sintang.

“Kami harap setelah pertemuan ini, ada tindak lanjut dan proses hukum yang tegas dari Polda Kalbar bagi pelaku penghadangan terhadap ulama kita, yakni KH Tengku Zulkarnain,” tegasnya.

Sementara itu, ditemui di tempat terpisah, Kapolda Kalbar, Irjen Pol Musyafak mengatakan bahwa pihaknya akan mempelajari tuntutan massa. Kapolda juga mengungkapkan bahwa dalam insiden tersebut pihak yang paling dirugikan adalah Tengku Zulkarnain. Untuk itu, jika yang bersangkutan merasa dirugikan, maka pihaknya akan langsung melakukan tindakan.

“Ini kan yang merasa dirugikan adalah Tengku Zulkarnain. Jika merasa dirugikan atas aksi itu, silahkan melapor. Bukan orang lain yang melapor,” tukas Kapolda Musyafak.

Awak media juga menyinggung terkait pengamanan Bandara Susilo Sintang, dikatakan Musyafak, Polri bukan sepenuhnya pemegang otoritas di bandara.

“Kalau dilihat dari undang undang internasional, otoritas bandara itu meliputi bea cukai, imigrasi. Di sana juga ada security-nya. Nah keberadaan Polri bukan di dalam area bandara, melainkan di luar,” terangnya.

Menurut Musyafak, aksi penghadangan Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain, oleh sekelompok massa di Bandara Susilo Sintang merupakan kesalahpahaman.

Bumi Senentang Dinyatakan Kondusif

Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menerima Kunjungan Silaturahmi Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama Kabupaten Sintang di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Pasca Insiden Penghadangan Wasekjen MUI (Foto: Sg)
Bupati Sintang, Jarot Winarno Saat Menerima Kunjungan Silaturahmi Para Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda dan Tokoh Agama Kabupaten Sintang di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati, Pasca Insiden Penghadangan Wasekjen MUI (Foto: Sg)

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dihadiri Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain di Sintang, Jumat (13/1) berjalan dengan lancar dan aman. Danrem 121/ABW, Brigjen TNI Widodo Iriansyah mengklaim, pelaksanaan acara dapat berjalan lancar berkat toleransi antarumat beragama di Sintang yang tinggi.

Menurutnya, kegiatan keagamaan memang mestinya dapat berjalan dengan baik.

“Kegiatan keagamaan harus kita hormati, agama apapun itu,” tuturnya.

Ia pun berharap, dalam setiap kegiatan keagamaan hendaknya antarumat beragama dapat saling membantu.

“Ini yang kita harapkan. Supaya tidak terjadi perpecahan dan terprovokasi,” tukas Danrem.

Sementara itu, ketika akan bertolak menuju Pontianak, Tengku Zulkarnain, mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Sintang walau sempat mengalami insiden penghadangan sehari sebelumnya. Ia memaklumi terjadinya misskomunikasi.

Ia berharap situasi tetap kondusif sekaligus menyampaikan permohonan maaf bila kedatangannya sempat menyusahkan. Sebelum berangkat menuju Pontianak, Tengku Zulkarnain juga ikut memanjatkan doa agar persatuan dan kesatuan selalu terjaga dalam bingkai UUD 1945 dan Pancasila.

Sebelumnya, kedatangan Tengku Zulkarnain pada Jumat kemarin di Sintang mendapatkan pengawalan ketat dari kepolisian maupun TNI. Wakapolres Sintang, Komisaris Pulung Weitono, mengatakan sebanyak 450 personel dikerahkan.

“Personel tersebar dari Bandara Susilo Sintang, Rumah Dinas Bupati Sintang dan Masjid Agung An Nur Sintang,” terangnya.

Ia menyebutkan, polisi dan TNI  melakukan pengamanan dimulai sejak kedatangan Tengku Zulkarnain di Bandara Susilo hingga kegiatan tabligh akbar selesai.

Aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Sintang memastikan bahwa kondisi keamanan di Sintang tetap kondusif. Masyarakat juga diajak memelihara dan mempertahankan serta menjaga keutuhan Sintang. Aktivitas masyarakat dalam Kota Sintang, Kapolres Sintang mengkalim sepenuhnya berjalan normal.

“Kami sampaikan Sintang aman. Situasi kembali kondusif,” tukas Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro, Jumat (13/1) petang di Bandara Susilo.

Ini membuktikan bahwa masyarakat Sintang menjunjung tinggi toleransi. Sementara kejadian penolakan massa sehari sebelumnya terhadap Tengku Zulkarnain disebutnya merupakan akibat salah paham.

Hal senada juga disampaikan Bupati Sintang, Jarot Winarno. Ia menyebut situasi di Kabupaten Sintang tetap kondusif. Jajaran forkorpimda terus berkoordinasi antara satu sama lain. Kekompakan tersebut merupakan upaya menciptakan Sintang yang aman dan damai. Pemerintah menginginkan situasi keamanan tetap terjaga.

“Kami bersama menjaga keutuhan Sintang,” tandasnya. (Tim MD Group)

Tinggalkan Komentar