by

Kunjungan Kerja di Kapuas Hulu, Kapolda : Kasus Narkoba Di PLB Badau Masih Terus Dikembangkan

KalbarOnline, Kapuas Hulu – Kapolda Kalimantan Barat, Drs Irjen Pol Musyafak, SH belum lama ini melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kapuas Hulu.

Kedatangan Kapolda Kalbar beserta Ketua Kemala Bhayangkari dan rombongan disambut langsung oleh Bupati Kapuas Hulu, AM Nasir, SH dan Ketua PKK, Erlinawati Nasir, SH di bandara Pangsuma Putussibau dan Kapolres AKBP Sudarmin, SIK, Forkompinda, Sekda Kapuas Hulu, Ir H Muhammad Sukri, seluruh jajaran Polres, Ketua Kemala Bhayangkari Kapuas Hulu beserta anggota dan Ketua Persit Kartika Chandra Kirana beserta anggota.

Dari Bandara Pangsuma Putussibau, Kapolda Kalbar beserta rombongan langsung menuju Mapolres Kapuas Hulu. Di Mapolres, Kapolda Musyafak didampingi Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin, SIK langsung menggelar pertemuan dengan seluruh jajaran Polres Kapuas Hulu.

Usai selesai menggelar pertemuan di Mapolres Kapuas Hulu, Kapolda Musyafak, selanjutnya menggelar pertemuan dengan Tokoh Agama, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Ormas, OKP dan Purnawirawan Polri di gedung Paripurna DPRD Kabupaten Kapuas Hulu yang dihadiri Bupati AM Nasir, SH, Ketua DPRD Rajuliansyah, S.Pd.I, Kapolres Kapuas Hulu AKBP Sudarmin, SIK, Dandim 1206 Letkol Inf M Ibnu Subroto, SP, Danyon 644 Walet Sakti, Ketua Pengadilan Negeri, Kepala Kejaksaan Negeri, Waka Polres Sejumlah Anggota DPRD, Sejumlah Kepala SKPD dan seluruh  jajaran Polres Kapuas Hulu.

Bupati Kabupaten Kapuas Hulu AM Nasir, SH dalam sambutanya mengatakan, atas nama Pemerintah dan masyarakat Kapuas Hulu, mengucapkan selamat datang di Bumi Uncak Kapuas.

“Dan kami memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada bapak Kapolda Kalbar, Drs Irjen Pol Musyafak, SH beserta rombongan yang telah menyempatkan waktu untuk datang ke Kapuas Hulu. Kami juga menyampaikan permohonan maaf, jika dalam penyambutan ini masih terdapat kekurangan,” tutur Nasir.

Bupati mengatakan bahwa Kabupaten Kapuas Hulu memiliki wilayah yang cukup luas di Kalimantan Barat. Etnis cukup banyak di Kapuas Hulu ini, semuanya masih bersaudara dan tetap harmonis. Toleransi antar umat beragama tetap terjaga terpelihara di Kabupaten Kapuas Hulu.

“Kabupaten Kapuas Hulu berbatasan langsung dengan Malaysia Timur. Meskipun terjadi gejolak nasional se Indonesia, toleransi antara etnis dan agama di Kapuas Hulu tetap terjaga dengan baik dan tidak ada persoalan, karena di Kapuas Hulu ini masih kuat memegang tali persaudaraan. Kami bersama Forkompinda tetap komitmen dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Kapuas Hulu dan kami pun tetap menjalankan maklumat bersama yang dikeluarkan oleh Gubernur Kalbar, Kapolda Kalbar dan Pangdam XII Tanjungpura,” ujarnya.

“Untuk kawasan perbatasan perlu dilakukan pengawasan yang cukup ketat, sehingga barang ilegal dari negara tetangga itu bisa di cegah masuk ke Indonesia, seperti  terungkapnya kasus narkoba belum lama ini,” ungkap Nasir.

Sementara, Kapolda Kalbar, Drs Irjen Pol Musyafak, SH dalam sambutanya mengatakan bahwa pertemuan seperti ini perlu ditingkatkan lagi.

“jika pertemuan seperti ini dilakukan kembali, maka perpecahan antar masyarakat tidak akan ada. Hal ini dikarenakan Forkompinda-nya kompak. Maklumat bersama yang dikeluarkan untuk menjaga keamanan yang kondusif di Kalimantan Barat. Jika Kalbar tidak kondusif, maka maklumat bersama itu tidak akan jalan. Kabupaten Kapuas Hulu merupakan bagian dari pantauan wilayah hukum Polda Kalbar, karena Kapuas Hulu Daerah perbatasan langsung dengan Malaysia,” tuturnya.

Kapolda juga menyebutkan bahwa Kapuas Hulu menjadi tantangan kita, sebab daerah perbatasan menjadi atensi Presiden.

“Kalau semua komponen masyarakat tidak menjaga wilayah perbatasan, tentu akan menjadi  ancaman, seperti terungkapnya kasus narkoba yang berhasil digagalkan tim gabungan Bea Cukai, Pamtas dan Polri di Badau Kabupaten Kapuas Hulu belum lama ini, dan kasus narkoba tersebut masih terus dilakukan pengembangan dan pendalaman,” ujar Kapolda.

Kapolda Musyafak juga menambahkan bahwa dasar Negara Indonesia merupakan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945.

“Berapa pun jumlah etnis, kita harus tetap bersatu menjaganya dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Jika adanya kekompakan dari Forkompinda dan lintas etnis, lintas tokoh sektoral, maka Kapuas Hulu dan Kalimantan Barat pada umumnya akan tetap aman,” pungkasnya. (Ishaq)

Comment

News Feed