Hari Pertama Masuk Kerja Tahun ini , Bupati dan Sekda Sintang Monitoring Kehadiran PNS

Bupati Sintang, Jarot winarno dan Sekda Sintang, Dra. Yosepha Hasna melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah instansi pelayanan publik di Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)
Bupati Sintang, Jarot winarno dan Sekda Sintang, Dra. Yosepha Hasna melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah instansi pelayanan publik di Kota Sintang (Foto: Sg/Hms)

KalbarOnline, Sintang – Hari Pertama Masuk Kerja tahun 2017,  pasca libur Natal dan Tahun Baru 2017,  Bupati Sintang, dr. Jarot Winarno, M.Med.Ph bersama Sekretaris Daerah Sintang, Dra. Yosepha Hasnah dan sejumlah kepala SKPD melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah instansi pelayanan publik di Kota Sintang, Rabu (03/01/2017).

Bupati menyampaikan rasa puasnya setelah melakukan inspeksi mendadak pada hari pertama kerja para aparatur sipil negara. “saya senang sekali ya, karena pelayanan publik sudah berjalan seperti biasa, tidak ada petugas yang menambah libur lagi,” kata dr. Jarot sambil tersenyum. “Secara umum tingkat kehadiran lumayan baik, ada beberapa yang tidak hadir namun ada juga sejak awal sudah meminta izin, ada yang sakit, ada yang memang masih cuti, secara keseluruhan tingkat kehadiran cukup baik,” tambahnya.

Orang nomor satu di Sintang tersebut menyatakan bahwa dalam inspeksi mendadaknya di hari pertama ini memang memili instansi yang memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat.” Instansi yang kita inspeksi hari ini antara lain, seperti puskesmas sungai durian, juga kantor-kantor yang memberikan dukungan pelayanan kepada masyarakat” kata dr. Jarot. “misalnya pelayanan kesehatan dasar, kita pergi ke Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang, pergi ke pelayanan pendidikan dasar seperti ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kemudian, kantor-kantor yang memberikan pelayanan secara langsung kepada masyarakat, seperti, kantor camat, disdukcapil, BPMPTSP, Dispenda,” paparnya lagi.

“Tujuan sidak ini untuk mengukur tingkat kehadiran PNS tepat sesudah cuti bersama ,yang  kedua, kepada setiap masing-masing instansi,” terang dr. Jarot. “kami juga memberikan penguatan-penguatan, mengingatkan kembali tentang hal-hal apa yang harus kita kerjakan, contohnya misalkan kita pergi ke Dispenda kita tanyakan dulu tingkat kehadirannya, kemudian kita tanyakan support manajemen untuk meningkatkan PAD, pencapaian target PAD kita, dan kita berbicara bagaimana kedepannya situasi yang harus kita hadapi,” terang Bupati Sintang itu.

“Prinsipnya, ketidakhadiran yang tidak disertai keterangan pastinya akan ada sanksinya, baik itu sanksi administratif, sanksi teguran tertulis,” kata Bupati tegas. “jadi yang bagi yang tidak hadir tanpa keterangan akan diberikan sanksi baik teguran maupun sanksi tertulis,” tambahnya.

Jarot menyikapi pantauan kehadiran apartur negara di daerah terpencil dengan menyebutkan bahwa komunikasi dalam tim pada setiap instansi harus lebih ditingkatkan. “kita berharap masing-masing instansi harus memiliki sistem komunikasi yang baik, harus ada sistem yang lainnya untuk mengontrol pelayanan di daerah terpencil, apakah seperti melalui komunikasi radio telepon dan sebagainya,” kata Bupati Sintang.

Instansi-instansi yang terkena sidak, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kantor Camat Sintang, Dinas Kependudukan dan catatan sipil, Puskesmas Sungai Durian, BPPTSP dan Dispenda.

Turut serta dalam sidak ini, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Drs. Lindra Azmar, Kepala BKD, Palentinus, S.Sos,M.Si, Kepala Inspektorat, Apolonaris Biong, Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo, Drs. Hatta, M.Si dan dari Kesbangpol. (Sg)

Tinggalkan Komentar