Midji Tandatangani MoU di bawah Jembatan Landak

Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menandatangani MoU Pembangunan Jembatan Landak (Foto: Jim Hms)
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji Saat Menandatangani MoU Pembangunan Jembatan Landak (Foto: Jim Hms)

Pembangunan Jembatan Landak Sudah Ditender

KalbarOnline, Pontianak – Ada kejadian yang tak biasa saat Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono didampingi Wali Kota Pontianak, Sutarmidji meninjau Jembatan Tol Landak.

Bertempat di sebuah warung kecil di bawah Jembatan Landak, Wali Kota Sutarmidji melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman rencana pembangunan Jembatan Landak.

“Awalnya, penandatanganan itu direncanakan dilakukan di Kementerian PUPR di Jakarta, tetapi karena berkas MoU-nya sudah siap, sehingga langsung saja ditandatangani di lokasi yang akan kita bangun tanpa ada seremonial. Mungkin ini kejadian baru pertama kalinya,” kata Sutarmidji usai meninjau Jembatan Landak, Desember lalu.

Menurutnya, proyek pembangunan Jembatan Landak sudah ditender oleh pemerintah pusat. Pihaknya akan memulai pembangunan jalan dari Jembatan Kapuas I hingga ke Jembatan Landak. Dirinya menyatakan kesiapan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak untuk mendukung pembangunan Jembatan Landak secepatnya.

“Lahan gampang jika sudah ada jembatannya kan harus ada jalan, warga harus menyerahkan,” katanya.

Wali kota dua periode ini memaparkan, untuk mendukung pembangunan Jembatan Paralel Landak pihaknya akan mempersiapkan segala sesuatu yang menjadi kewajiban Pemkot. Mulai dari penyelesaian masalah pembebasan lahan, pembuatan jalan hingga drainase.

“Nah kajiannya akan disipakan, seperti Feasibility Study (FS) dan Detail Engineering Design (DED)-nya, kami siapkan dan selesaikan khusus untuk jalan akses dari Jembatan Kapuas I ke Jembatan Landak nanti,” terangnya.

Kemudian dari Jalan Tanjung Raya II ke Jalan Ya’M Sabran hingga ke Jembatan Landak yang baru akan ada perubahan-perubahan aturan lalu lintas.

“Mudah-mudahan ini segera diselesaikan oleh Dinas PU Kota dan Provinsi serta Balai Pemeliharan Jalan dan Jembatan Nasional (BP2JN), karena ini bagian dari penataan kawasan Pontianak Timur dan Utara yang menjadi prioritas ke depan,” jelasnya.

Pemkot juga dikatakan terus berupaya untuk mengurai kemacetan yang ada. Namun kondisi saat ini, pertumbuhan kendaraan roda dua dan empat tidak dibarengi dengan pertumbuhan jalan yang ada di kota. Sehingga untuk mengurainya perlu pembangunan Jembatan Paralel Landak dan Jembatan Kapuas III.

“Termasuk penyeberangan fery yang sudah ada, mudah-mudahan ke depan masih ada solusi-solusi lain dalam rangka pembangunan Pontianak sebagai kota baru,” imbuhnya.

Semua itu diakuinya, dilakukan pemerintah untuk kenyamanan seluruh masyarakat Pontianak dan Kalbar pada umumnya. Dengan perkiraan semua akan terwujud dalam waktu dua hingga dua setengah tahun. Untuk itu Midji mengimbau, agar semua pihak mau mendukung secara penuh.

“Saya minta para pedagang yang ada di sana (Jalan Sultan Hamid II) siap-siap pindah ke Pasar Anggrek karena tahun ini pasar itu selesai dibangun. Masyarakat harus membuat semuanya lancar, jangan ada gangguan-gangguan, saya tidak akan toleransi jika ada,” pungkasnya. (Fat/Jim Hms)

Tinggalkan Komentar