Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Musrenbang Kecamatan Sungai Ambawang (Foto: Ian)
Wakil Bupati Kubu Raya, Hermanus Saat Menyampaikan Sambutannya Pada Musrenbang Kecamatan Sungai Ambawang (Foto: Ian)

KalbarOnline, Kubu Raya – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Sungai Ambawang tahun 2018 memfokuskan program air bersih dan infrastruktur. Diantaranya Jalan poros Durian – Pasak Piang yang dimulai pembangunannya tahun 2017 ini, sehingga diharapkan di tahun 2018 sudah bisa selesai hingga ke Pasak Piang.

Jalan poros Teluk Bakung – Gunung Tamang, Muara Baru, Tanjung Manggis, Pulau Limbung Kecamatan Sungai Raya. Jalan poros tersebut akan menghubungkan dua Kecamatan dengan akses darat akan mendekatkan masyarakat di Gunung Tamang, Tanjung Manggis, Muara Baru ke Ibu Kota melalui Desa Teluk Bakung melalui Jalan Trans Kalimantan.

Hal tersebut disampaikan oleh Camat Sungai Ambawang sebagai hasil Musrenbang dari tingkat Desa yang disusun sebagai perencanaan Kecamatan 2018. Disamping infrastruktur, Sungai Ambawang juga tetap mengajukan program Pembangunan sarana dan prasarana.

“Fokus ajuan kita masih pada infrstruktur jalan, air bersih dan pembangunan sarana dan prasarana Puskesmas dan sekolah. Satunya adalah jalan poros penghubung Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Ambawang melalui Desa Teluk Bakung,” kata Zaini, Camat Sungai Ambawang, Rabu (14/2) kemarin.

Sementara itu, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus meminta agar program-program pembangunan yang diajukan dalam Musrenbang RKPD 2018 adalah hasil dari Musrenbang Desa. Sehingga program-program yang disampaikan benar-benar merupakan program-program prioritas baik Desa maupun Kecamatan.

Hermanus menuturkan, perlunya ada skala prioritas adalah untuk menyesuaikan dengan kemampuan penganggaran yang terbatas. Program-program pembangunan juga harus disusun sesuai dengan kewenangan berskala Desa.

Sehingga ada program-program prioritas Desa yang dapat ditangani dengan APBDEs. Dengan demikian program-program pembangunan dari APBDEs diatur sedemikian rupa dengan Perdes.

“Semuanya harus disusun dengan skala prioritas, sehingga kegiatan pembangunan betul-betul dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Hermanus.

Hermanus menuturkan bahwa kehadiran Pemerintah adalah sebagai solusi bagi kebutuhan pembangunan di masyarakat. Dirinya menambahkan bahwa dalam menyusun program dalam Musrenbang agar dapat memetakan kebutuhan mendasar masyarakat. Program-program pendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Usulan pembangunan tidak harus melulu dibidang infrastruktur, akan tetapi juga ada potensi-potensi yang dapat digali di Desa-Desa seperti pertanian, perikanan dan lain-lain yang dapat juga dibangun dan dikembangkan melalui instansi terkait,” jelas Hermanus.

Menurutnya dalam menyusun perencanaan agar Desa-Desa dan Kecamatan juga melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat selain infrastruktur. Sehingga Dinas-Dinas dan instansi terkait juga dapat melakukan kegiatan programnya dengan bersinergi terhadap program-program Desa dan Kecamatan.

Hermanus juga meminta agar Desa dan Kecamatan dalam melakukan perencanaan dapat memilah dengan skala kewenangan.

“Harus dapat dibedakan mana yang menjadi kewenangan Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi sehingga tidak tumpang tindih perencanaannya,” pungkasnya. (Ian)

Print Friendly

LEAVE A REPLY